AFP/Liu Jin

Jakarta – Kekalahan atas Denmark membuat Indonesia memperpanjang puasa gelar Piala Sudirman. Setelah jadi kampiun di edisi pertama, tak pernah lagi lambang supremasi bulutangkis beregu campuran itu dibawa ke tanah air.

Sabtu (28/5/2011) malam WIB Indonesia dipaksa mengakui keunggulan Denmark di babak semifinal Piala Sudirman. Sempat tertinggal lebih dulu 0-2, pasukan ‘Merah Putih’ takluk dengan skor 1-3.

Hasil tersebut membuat Indonesia kembali harus menunggu lebih lama untuk bisa meraih titel kejuraan dunia beregu paling bergengsi tersebut. Dari 11 edisi yang sudah digelar Indonesia baru sekali jadi kampiun.

Momen indah jadi juara tersebut sudah lama sekali terjadi, yakni pada edisi pertama penyelenggaraan Piala Sudirman tahun 1989. Saat itu di Jakarta Indonesia menang 3-2 atas Korea Selatan.

Setelah itu tim bulutangkis Indonesia selalu gagal mengangkat piala berbetuk replika Candi Borobudur tersebut. Justru China yang mendominasi dengan kini telah memenangi tujuh gelar dan disusul Korea yang berhasil tiga kali jadi juara.

Di tahun 1991 dan 1993 Korea berhasil membalaskan kekalahan atas Indonesia di final dengan skor 3-2. Sementara di tahun 1995 China menghantam Indonesia dengan skor telak 3-0.

Pada dua edisi berikutnya, 1997 dan 1999, Indonesia cuma bisa melangkah sampai ke semifinal.

Di Sevilla, Spanyol, pada tahun 2001 Indonesia kembali masuk final, meski kembali harus takluk atas China dengan 1-3. China kemudian jadi momok besar buat Indonesia karena di tahun 2005 dan 2007 kembali mengandaskan pasukan Merah Putih di final.

Kiprah Indonesia di Piala Sudirman
1989 Juara
1991 Finalis
1993 Finalis
1995 Finalis
1997 Semifinalis
1999 Semifinalis
2001 Finalis
2003 Semifinalis
2005 Finalis
2007 Finalis
2009 Semifinalis
2011 Semifinalis


( din / roz )

Share Post